Rabu, 14 Juni 2017

[ HOT NEWS ] Beginilah Wajah Julia Perez Sehari Sebelum Tutup Usia




Dunia Islam | Julia Perez kini telah tiada dan menyisakan kenangan yang ta terlupakan untuk orang-orang yang mengenalnya. Wanita yang akrab disapa Jupe itu menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (10/6/2017) karena kanker serviks yang dideritanya.

Sejak dirawat di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, perkembangan kondisi Jupe memang cukup fluktuatif. Beberapa kali kondisinya memburuk, namun nyatanya berkali-kali juga dia berhasil lolos dari masa kritis.


Walau perjuangan itu akhirnya harus berhenti, namun jejak semangat Jupe masih terlihat jelas bahkan saat waktunya di dunia tinggal hitungan jam. Hal itu terlihat dari foto yang diunggah sang ibu, Sri Wulansih setelah Jupe meninggal.

Foto yang diunggah Sri Wulansih itu diambil sehari sebelum Jupe meninggal dunia. Dalam caption gambar tersebut, sang ibu menuliskan bahwa saat itu adalah terakhir kalinya Jupe masuk ruang operasi. "Terakhir masuk ruang operasi," demikian bunyi caption tersebut.

Meski demikian, sosoknya memang bukan lagi seperti Jupe yang kita kenal. Penyakit kanker dan berbagai treatment yang dijalani tentunya mengubah drastis penampilan wanita berusia 36 tahun tersebut.

Selain mengunggah foto Julia Perez saat operasi terakhir, Sri Wulansih juga mengunggah foto perayaan ulang tahunnya di rumah sakit bersama Jupe beberapa waktu lalu. Dalam foto tersebut Jupe terlihat mengenakan kerudung warna pink dan berpose dengan orang-orang dekatnya.

Sumber berita dari Bintang.com

Senin, 12 Juni 2017

SUBHANALLAH...!! Wajah Julia Perez Tersenyum Usai Dimandikan

julia peres meninggal dunia



Dunia Islam | Suasana duka penuh isak tangis terjadi saat jenazah Julia Perez baru selesai dimandikan. Dari pantauan Bintang.com, usai dimandikan, sejumlah keluarga serta para pelayat telah menunggu mendoakan dan melihat wajah Jupe untuk terakhir kalinya.

Usai dimandikan, jenazah Jupe kemudian tutup dengan kain putih dan hanya memperlihatkan wajahnya kepada para pelayat di rumah duka di kawasan Rafless Hill, Cibubur, Jakarta Timur (10/6/2017).


Tampak terlihat wajah Jupe ketika dibuka oleh pihak keluarga. Sejumlah pelayat pun melihat wajah Jupe yang terlihat seperti tersenyum.

Pantauan Bintang.com dengan posisinya berada di lantai 2 berhasil mengabadikan momen wajah tersenyum Jupe tersebut. Seakan, foto wajah Jupe tersenyum memberikan signal bahwa dirinya ikhlas meninggalkan semuanya.

Usai diperlihatkan wajahnya untuk kali terakhir, Julia Perez kemudian dibawa menuju Masjid Al Ikhlas, Cibubur, Jakarta Timur. Tak lama kemudian, jenazah yang telah disalatkan dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Sumber Berita Dari Bintang.com

[ WANITA WAJIB TAHU ] Inilah 4 Ciri Kanker Serviks yang Gerogoti Tubuh Julia Perez,Sebarkan...!!

julia peres meninggal dunia



Dunia Islam | Berita berpulangnya Julia Perez, artis yang juga kerap disapa Jupe ini membuat dunia hiburan berkabung. Jupe mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), pada Sabtu 10 Juni 2017, akibat kanker serviks. Kabar duka ini, pada awalnya, disampaikan sang adik, Nia Anggia Perez, lewat akun instagramnya. Dalam caption foto yang dia unggah, dia meminta doa buat kakak tercintanya. 


Kasus penyakit kanker serviks sebenarnya bukan kasus langka. Sudah banyak penderita kanker serviks, baik di Indonesia, maupun di luar negeri. Kanker ini termasuk jenis kanker yang cukup ganas. Makanya nggak heran, kalau banyak cewek, terutama yang sudah aktif berhubungan seksual dan sudah menikah, khawatir dengan penyakit serius yang satu ini. 

Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan pola makan dan juga gaya hidup sehat. Selain itu, perlu juga ada pemeriksaan rutin, dengan metode pap smeas. Metode ini dilakukan dengan cara mengambil sel yang ada pada rahim. Sel itu kemudian diperiksa di laboratorium dan dilihat, apakah sel tersebut merupakan sel kanker. Atau, apakah ada kemungkinan sel tersebut tumbuh secara tak normal. 

Tapi, meskipun nggak menggunakan sistem pap smear, ciri-ciri kanker serviks bisa terlihat, kalau memang stadiumnya sudah memasuki tingkat lanjut. Dilansir dari Cancer.org, gejala ini bisa beragam, tergantung dari kondisi penderita. Namun, ada beberapa ciri umum. 

1. Ketika kanker sudah menyerbu dan mengganas, ada beberapa tanda umum. Misalnya, keluar darah setelah berhubungan seksual. Kalau kondisi vagina dan rahim sehat, tak akan ada darah yang keluar kecuali kamu sedang menstruasi. 

2. Selain itu, buat kamu yang sudah menopause, darah juga keluar dari mulut vagina. Padahal, setelah memasuki masa menopause, seharusnya tak ada darah yang keluar dari mulut vagina. 

3. Kamu juga sebaiknya menghitung dan memerhatikan siklus menstruasimu. Kalau seharusnya mens sudah berhenti, tapi darah masih keluar, sebaiknya periksakan dirimu ke dokter kandungan. 

4. Keputihan juga merupakan salah satu tanda adanya kanker serviks seperti yang diderita Julia Perez. Tapi keputihan ini nggak biasa. Keputihan ini mengandung sedikit darah. Biasanya, muncul di antara masa menstruasi atau setelah memasuki masa menopause. Selain itu, kalau kamu merasa sakit saat bercinta, sebaiknya kamu juga memeriksakannya ke dokter. 


Sumber Berita Dari bintang.com

Minggu, 11 Juni 2017

[ HOT NEWS ] Inilah Kronologi Meninggalnya Artis Julia Perez..!!

[ HOT NEWS ] Inilah Kronologi Meninggalnya Julia Perez..!!



Dunia Islam | Jakarta.Duka kembali menyelimuti dunia hiburan di Tanah Air. Artis Julia Perez alias Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat pada Sabtu (10/6/2017). Jupe menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama lima bulan.


Sebelum meninggal dunia, Jupe sempat menjalani operasi. Bahkan, Ruben Onsu, sahabatnya itu mengumumkan jika Jupe membutuhkan darah golongan A+. Sebelumnya, ia juga sempat mengalami kekurangan darah A+ pada April 2017 lalu.

Pada pertengahan April 2017, Jupe sempat dikabarkan kritis. Hal itu yang membuat para artis mengunjungi Jupe di RSCM, termasuk mantan suaminya, Gaston Castano. Saat itu Jupe sempat menjalani cuci darah.


Jupe meninggal dunia akibat kanker serviks stadium empat yang dideritanya. Penyakit ganas yang diderita Jupe sejak September 2014. Saat itu ia mengungkapkan mengidap kanker serviks. Untuk mengobati penyakit tersebut, ia harus bolak-balik berobat ke sebuah rumah sakit di Singapura. Jupe menjual rumah dan mobilnya guna pembiayaan penyakit yang dideritanya.

Jupe sempat menjelaskan, dirinya mengidap kanker stadium 2 dan harus menjalani operasi. Belakangan, ia meralat pernyataan itu jika dirinya mengidap kanker stadium 1B. Ia sempat menjalani kemoterapi, operasi, hingga radiasi di Singapura.

Kabar bahagia sempat datang pada Januari 2015. Saat itu Jupe menjelaskan sembuh total dari kanker serviks. Dalam sebuah kesempatan, ia menggunduli rambutnya sebagai bentuk kepedulian terhadap penderita kanker. Ia kemudian aktif melakukan kampanye memerangi kanker.

Kondisi kesehatan Jupe kembali bermasalah pada Juni 2016. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Desember 2016 Jupe menjelaskan, kanker yang dideritanya sudah masuk stadium 4. Akibat besarnya biaya pengobatan, Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Bandung 2013 itu sempat dikabarkan bangkrut. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan akibat kanker serviks stadium 4, kondisi Jupe makin menurun. Hal itu disampaikan Nia Anggia, adiknya.

Bersama Ria Irawan dan suaminya, Jupe menunaikan ibadah umrah awal 2017. Ia berharap kondisinya makin membaik. Pulang umrah, kondisi Jupe tak menunjukkan perubahan. Apalagi, ia juga harus berurusan masalah hukum dengan Nikita Mirzani.

Pada Februari 2017, Jupe mulai dirawat secara intensif di RSCM. Sejumlah selebriti berdatangan untuk mendoakan demi kesembuhan Jupe. Dukungan demi kesembuhan Jupe juga disampaikan para netizen. April 2017, kondisi Julia Perez kian memprihatinkan. Kondisi yang sama kembali terjadi pada awal Juni 2017 hingga menjalani operasi. Selamat jalan Julia Perez.

Sumber Berita Dari Bintang.com

Sabtu, 10 Juni 2017

[ BERITA DUKA ] Julia Perez Tutup Usia, Sarwendah : Selamat Jalan Kak..!!!

julia peres meninggal dunia



"We love you so muchhhh kaka kesayangannnnnn," tulisnya.


Dunia Islam | Duka mendalam dirasakan oleh keluarga juga kerabat dekat Julia Perez. Setelah lama menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jupe--sapaan akrab Julia Perez menghembuskan napas terakhirnya Sabtu, 10 Juni 2017.

Kabar meninggalnya Jupe langsung beredar luas. Bahkan sejumlah sahabat dekat, langsung memposting foto ungkapan duka untuk Jupe. Selain Ruben Onsu, Sarwendah juga memberikan informasi kepergian Jupe lewat foto yang dia pajang di akun Instagram miliknya--sarwendah29.


Dalam foto itu, Jupe terlihat menutup mata. Dan Sarwendah mencium pipi Jupe sebagai tanda perpisahan. Ia menulis, "We love you so muchhhh kaka kesayangannnnnn, selamat jalan kaaaa @juliaperrezz," dengan emoticon tangisan.

Sebelumnya, kabar meninggalnya Jupe diinformasikan oleh adik Jupe, Nia di akun Instagram @anggitatheperez. Ia menulis, "Innalilahiwainailahirojiun telah berpulang kakak kami tercinta Julia Perez. Minta doanya ya semua, terimakasih semu atas supportnya selama ini I LOVE YOU YULI," tulis adik Jupe lewat akun Instagram, @anggitheperez.

Sumber Berita Dari : life.viva.co.id

Minggu, 28 Mei 2017

HEBOOH..!! Arif (8 Tahun) si Narapidana Cilik Yang Menghabisi Nyawa Preman Pasar..!!




Dunia Islam.Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.

Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji Hanibal Lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat anak-anak.

Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?


Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun.Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi.

Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

“Siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

“Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat lho waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras.

Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpan di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur.

Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruang ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan Tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah.Pelarian-pelariannya didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil Omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

“Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif” tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, kebijakan bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini.Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.

Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan di negeri ini!

Sumber Berita Dari islamidia.com

WOW KEREN..!! Aniaya Warga, 8 Preman Tumbang Dihajar Satu Anggota Kopassus



Dunia Islam. Aksi heroik ditunjukkan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sertu Wahyu Fajar Dwiyana. Berkat keberaniannya, delapan pria mabuk yang tengah menganiaya seorang warga di Jalan Tanjung Sari, Sumedang berhasil dilumpuhkan.

Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pukul 20.30 WIB, Kamis 25 Mei lalu, seorang anggota Kopassus, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana (27 tahun), sebenarnya membantu seorang warga yang dikeroyok sekelompok pemuda mabuk.

Dikutip dari laman Fajar.co.id, prajurit yang bertugas di Makopassus Cijantung itu kebetulan sedang izin cuti untuk melangsungkan pernikahan. Sekitar pukul 20.00 WIB malam, ia keluar rumah membeli lampu.


Namun, saat perjalanan pulang berkendara sepeda motor di Jalan Tanjung Sari, Sertu Wahyu melihat warga pengendara motor yang sedang melintas dihadang dan dikeroyok brutal oleh sekelompok pemuda mabuk.

Wahyu Fajar spontan turun dari motornya. Ia awalnya mengimbau secara baik-baik agar para pemuda yang berjumlah delapan orang itu tidak melanjutkan aksinya.

Dikeroyok, Tapi Lihat yang Terjadi...

Tidak terima dengan teguran yang dilakukan Sertu Wahyu Fajar, kedelapan pemuda tersebut berbalik berusaha mengeroyok Sertu Wahyu, meskipun ia sudah mengaku anggota TNI.

Selanjutnya terjadi perkelahian tidak seimbang. Sertu Wahyu Fajar Dwiyana mampu membela diri dan berhasil memukul roboh salah satu pengeroyok sehingga tergeletak di jalan. Sementara tujuh pemuda lainnya melarikan diri ke berbagai arah.

Satu pengeroyok yang berhasil diringkus dibawa ke Koramil Tanjung Sari Sumedang dengan korban pengendara motor sebagai saksi. Pelaku pengeroyokan yang berhasil dilumpuhkan diserahkan ke Polsek Tanjung Sari untuk diperiksa dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sumber : Dream.co.id